4 Alasan Sulit Lupakan Mantan Kekasih

okezone.com
MESKI sudah tak terjalin ikatan dan berpisah dalam jangka waktu lama, Anda masih sulit melupakan sang mantan. Sebenarnya, apa alasan yang melatarbelakanginya?

Indahnya kenangan bersama kekasih yang dijalani selama beberapa waktu membuat panorama tersebut sulit terhapuskan dari memori Anda. Ini adalah hal yang wajar. Namun, setelah berbulan-bulan Anda berpisah dan masih terus memikirkannya, tentu ada alasan lain yang Anda simpan. Berikut empat alasan, seperti dilansir Sheknows.

Anda masih inginkan jawaban darinya

Kandasnya hubungan dengan sang mantan ternyata masih sulit untuk Anda terima. Dan ketika Anda berpikir hal-hal yang lebih buruk, Anda pun makin sulit melupakannya. Semakin Anda dalam kegelapan dan mencari-cari kesalahan apa yang membuat hubungan Anda berakhir, maka Anda pun semakin terobsesi tentang hal tersebut. Jadi jika ia belum memberikan respons sejauh ini, sebaiknya jangan biarkan Anda berkubang dalam sumur kenestapaan seorang diri. Segera maju dan bukalah lembaran baru.

Anda masih marah padanya

Kemarahan Anda tentang berakhirnya hubungan beberapa waktu lalu masih melekat kuat di hati Anda. Dengan keadaan ini, tentu Anda sulit untuk melupakan dan melepaskan kenangan yang membelit otak Anda. Solusinya, bergeraklah secara perlahan untuk melepas kemarahan dan kebencian terhadap  mantan Anda sebesar apapun kesalahan yang dia lakukan. Jika Anda berlarut-larut dalam masalah tersebut, Anda hanya akan membuang-buang waktu dan membiarkan kemarahan bersarang di hati Anda.

Anda masih diliputi ego yang kuat

Tak seorang pun merasa rela ketika apa yang dia inginkan dimiliki orang lain. Bahkan untuk alasan yang masuk akal sekalipun. Jadi jika Anda merasa seperti Anda berada di atas angin dalam hubungan dan kemudian merasa kalah karena keputusan kandasnya hubungan tersebut demi ego Anda, percayalah keputusan tersebut hanya membuat Anda menderita. Jadi, jangan pernah berpikir tentang hubungan yang mesti berakhir sebagai bentuk kegagalan pribadi. Tidak setiap hubungan akan berhasil dan kalaupun kegagalan menghampiri tidak berarti hal tersebut menjadikan posisi Anda jauh lebih rendah.

Anda selalu merasa menang

Jika Anda terbiasa mendapatkan apa yang Anda inginkan, maka ketika suatu saat Anda merasa dibuang, Anda pun akan merasa tersakiti. Anda cenderung terobsesi dengan apa yang Anda inginkan dan tak menghiraukan keadaan sekitar.

Ingatlah percintaan sedianya bukanlah ajang pertarungan di mana ada kemenangan dan kekalahan. Tak heran ketika akhir dari sebuah hubungan harus dijalani, Anda merasakan kepanikan yang dalam. Untuk menghadapinya, lepaskan perasaan tersebut dan bergeraklah maju, serta berhentilah membiarkan hati Anda berkelana untuk menduduki posisi kemenangan, padahal sebenarnya hal itulah yang membuat Anda tersakiti hingga saat ini. Jadi, bangkitlah atau Anda akan terpuruk selamanya.

Cemburu? Wajar Sih, tapi...

okezone.com
DI era teknologi seperti sekarang, komunikasi menjadi lebih mudah dengan adanya SMS (Short Message Service), FB (facebook), twitter serta fasilitas messenger khusus dari smartphone yang populer itu.

Seperti kita ketahui, komunikasi kerap ‘dielu-elukan’ sebagai kunci keharmonisan rumah tangga. Tanpa komunikasi yang baik, bisa terjadi salah paham yang berujung keributan dan merembet pada konflik lainnya.

Namun tanpa disadari, fasilitas komunikasi ini bisa membawa efek cemburu pada diri Anda atau pasangan. Misal Moms cemburu saat Dads berkutat dengan smartphone-nya atau Dads yang melirik cemburu melihat Moms asyik chatting di facebook dengan teman lamanya. Wah, hal kecil saja bisa menjadi pemicu ‘api cemburu’ ya!

Kecemburuan adalah emosi yang dapat dikatakan wajar jika terjadi pada Moms or Dads. Jika kita peduli terhadap seseorang dan ingin mereka peduli, maka rasa cemburu adalah normal sampai batas tertentu. Namun jika tidak berhati-hati, cemburu bisa jadi berlebihan dan merugikan hubungan. Bahkan tak jarang kecemburuan adalah akar penyebab hubungan pernikahan menjadi rusak.

Alasan Cemburu?

Cemburu merupakan suatu emosi negatif yang terjadi karena seseorang menjadi ancaman dalam suatu hubungan. Jadi, cemburu (jealous) itu melibatkan tiga orang, dimana salah seorang menjadi pihak ke-3 (yang dirasa mengancam).

Seringkali Moms or Dads mengingkari rasa cemburu karena tak ingin memunculkan pertengkaran. Namun sebenarnya setiap pasangan perlu mengenali ada apa di balik rasa cemburu tersebut? Apa yang membuat kita atau pasangan merasa cemburu?

Perasaan-perasaan yang biasanya muncul ketika cemburu adalah merasa takut kehilangan, terancam, merasa diabaikan, khawatir, merasa dikhianati (padahal belum tentu demikian), merasa ada keraguan akan diri sendiri, tidak yakin, dan seringkali dipenuhi amarah. Misal Moms menganggap perilaku Dads tidak sesuai dengan harapan, seperti bergaul terlalu dekat dengan rekan kerja wanitanya di kantor, begitu pula sebaliknya.

Saling Percaya Kikis Cemburu

Perasaan cemburu kerap dipendam satu sama lain. Akibatnya Moms or Dads tiba-tiba jadi uring-uringan di rumah, meributkan hal-hal kecil, bahkan menghindar dari hal-hal romantis karena sedang dikuasai perasaan marah yang tidak dikomunikasikan dengan baik.

Pondasi saling percaya harus dibangun bagi setiap pasangan. Jika tidak, bukan tidak mungkin satu sama lain terus membandingkan diri dengan orang lain. Dan jika suatu ketika salah satunya menunjukkan sedikit saja minat pada orang lain atau hal tertentu, maka kecemburuan akan mudah menguasai dan membuat Moms or Dads merasa tertekan dengan perasaan tersebut. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)

Liburan Bantu Turunkan Berat Badan

okezone.com
LIBUR sekolah telah di depan mata. Di masa ini, berlibur sudah menjadi agenda wajib setiap keluarga. Tak hanya semakin mengakrabkan keluarga, namun aktivitas yang satu ini juga dapat membantu Anda turunkan bobot tubuh.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Hotels.com menunjukkan, bahwa berlibur dapat menurunkan 500 kalori terkait cara mereka memilih tempat peristirahatan, yang sama dengan hasil dari latihan kardio selama beberapa jam.

Ini mungkin mengejutkan pada awalnya, sampai Anda ingat telah melakukan beragam aneka fisik mulai dari berlari, hingga melakukan hal-hal yang diperlukan, kemudian membawa tas bawaan yang akhirnya secara tidak diketahui dapat mengurangi kalori di tubuh. Demikian yang dinukil dari Genius Beauty, Selasa (7/6/2011).

Sehingga tidak heran bahwa 46 persen dari wisatawan merasa seperti mereka baru saja keluar dari gym setelah tiba di lokasi tujuan mereka. Dan, 22 persen setuju bahwa mengambil barang-barang bawaan ke bagasi merupakan latihan angkat berat yang baik selama liburan.

Tidak ada yang berdebat dengan kondisi itu, karena rata-rata orang membawa lebih dari 3.000 kilogram di bagasi selama perjalan dalam hidupnya. 32 persen perempuan memberikan kepercayaan menyerahkan koper bawaannya untuk pasangan laki-laki mereka. Tentu saja, yang benar-benar menunjukkan perbedaan ialah kaum pria, yang membantu mereka menambah masa ototnya.

Seorang juru bicara untuk Hotels.com mengingatkan pelancong, bahwa mereka tidak kehilangan waktu berharga sambil berdiri di garis atau akan melalui berbagai tahapan perjalanan -yang merupakan "latihan beban"- membuat mereka memiliki bentuk tubuh yang lebih baik sambil tetap dapat menikmati masa liburan mereka.